Peristiwa Tenggelamnya Kapal Perang Yamato Pada Operasi Ten Go

Peristiwa Tenggelamnya Kapal Perang Yamato Pada Operasi Ten Go
Peristiwa Tenggelamnya Kapal Perang Yamato Pada Operasi Ten Go

Pada masa perang Dunia II, salah satu negara yang memang tidak bergabung kedalam blok manapun selain Jerman adalah Jepang. Jika Jerman pada masa era kekuasaan NAZI berusaha untuk menguasai Eropa sementara Jepang berusaha untuk menguasasi daerah Asia Pasifik. Jepang pada masa itu memang salah negara yang memiliki alat pertahanan dan alat tempur yang super canggih dan muktahir. Kekuatan armada Jepang bahkan pernah menghancurkan Pearl Harbour yang merupakan pangkalan terbesar yang dimiliki Amerika Serikat. Tak hanya kuat pada angkatan udara dan daratnya saja, Jepang pernah berjaya di lautan lewat kapal perang legendaris milik kekaisaran Jepang dan merupakan kapal kebanggaan kaisar yakni Yamato.

Kapal perang Yamato pada awalnya dirancang untuk kapal kecil, hal ini berkaitan dengan adanya perjanjian pembatasan senjata yakni Washington Naval Treaty dan London Naval Treaty. Dan ketika perjanian itu dicabut pada tahun 1936, Jepang ternyata diam-diam mulai merancang kapal perang super canggih dengan bobot 72.800 ton. Pembangunan Yamato mulai dilakukan pada tanggal 4 November 1937 disalah satu tempat rahasia di pangkalan Kure Naval Dockyard dikawasan prefektur Hiroshima. Kapal Yamato akhirnya rampung dan siap mengemban tugas mengamankan laut pada tanggal 8 Agustus 1940.

Sebagai kapal super canggih dengan panjang 263 meter dan lebar 38,9 meter sempat dinobatkan sebagai kapal perang terbesar di dunia saat itu.  Dengan berat 65.000 ton dan dengan kekuatan berlayar maksimum 27,46 knot, Yamato dibekali senjata meriam yang banyak dan berkaliber besar ukuran 46 cm. Tak hanya itu kapal perang ini juga dilapisi dengan baja setebal 410 milimeter yang mengelilingi badan kapal sementara di bagian deknya dilapisinya  baja setebal 200 milimeter. Kehebatan Kapal Yamato ini semakin lengkap dengan adanya radar pencari pesawat dan kapal musuh. Keperkasaan Kapal Yamato sudah teruji ketika badan kapal harus dihujani dengan sejumlah bom dan torpedo yang hanya menimbulkan kerusakan ringan. Atas kehebatannya inilah banyak dilukiskan oleh Angkatan Laut Jepang sebagai kapal perang yang tidak mungkin ditenggelamkan.

Yamato yang diambil dari sebuah nama propinsi Yamato ini, mulai menembakkan meriam utamanya pada bulan Oktober 1944. Kemudian masih dibulan yang sama, Yamato kembali ditugaskan untuk menghadapi pertempuran laut Shibuyan. Pada saat itu Yamato yang terkena 3 hantaman bom berhasil bertahan sementara kapal pengiringnya harus tenggelam.

Keperkasaan kapal perang Yamato  akhirnya sirna tatkala harus menjalani operasi Ten – Go yang dinilai para angkatan laut Jepang merupakan salah satu operasi bunuh diri besar-besaran. Bagaimana tidak, pada operasi tersebut Yamato sama sekali tidak didampingi armada lain baik laut maupun udara. Operasi Ten-Go tersebut berlangsung di sekitar 200 km dari Okinawa, saat itu Kapal Yamato harus digempur 386 pesawat pembom dan peluncur torpedo. Setelah dihujani banyak tembakan oleh pesawat pembom Amerika Serikat, Yamato akhirnya tenggelam. Diperkirakan sebanyak 2.475 awaknya tewas sedangkan 269 lainnya berhasil menyelamatkan diri ke kapal destroyer Jepang. Bagi Jepang, para awak yang tewas bersama Yamato disebut sebagai Bushido sementara yang hidup disebut ksatria. Atau bahasa mudahnya, Bushido menyiapkan diri untuk kematian dengan cara terhormat sementara Ksatria adalah menjauhkan pikiran akan kematian agar tetap hidup dengan cara terhormat.

Dengan lenyapnya kapal Perang Yamato disusul adanya pemboman di Hiroshima dan Nagasaki membuat Jepang menyatakan kalah perang. Namun, nama Yamato hingga saat ini masih diakui sebagai kapal perang kapal perang Jepang kebanggaan Kaisar.