Enzo Ferrari, Sosok Dibalik Berdirinya Tim F1 Ferrari

Enzo Ferrari, Sosok Dibalik Berdirinya Tim F1 Ferrari
Enzo Ferrari, Sosok Dibalik Berdirinya Tim F1 Ferrari

Formula 1 merupakan ajang balap single seater yang paling prestisius, paling glamour, paling mewah dan paling mahal. Untuk membuat 1 buah mobil saja bisa bernilai 1 juta pounds dan itu belum termasuk biaya operasional testing dan pengembangan mobil. Dengan mahalnya dana yang harus dikeluarkan untuk sebuah 1 mobil saja, sudah sewajarnya jika ada beberapa tim yang tidak dapat bertahan di Formula 1 meskipun memiliki prestasi. Dan dari sekian tim F1 yang bisa bertahan hingga sekarang adalah Tim F1 Scuderia Ferrari yang mana sudah memulai debut balap F1 sejak tahun 1950, tahun dimana pergelaran F1 dumulai pertama kali. Tim Scuderia Ferrari dinilai sebagai tim balap yang paling sukses dan tangguh dilintasan F1. Tim Scuderia Ferrari tercatat sudah mengikuti 852 lomba dan sudah mengoleksi 16 gelar konstruktor, 15 gelar pembalap, 219 kali kemenangan, 207 pole position serta 227 fastest lap. Tim Scuderia Ferrari berhasil menguasai F1 sewaktu diperkuat oleh pembalap Michael Schumacher yang mana pada kurun 4 tahun berturut-turut berhasil menyandingkan gelar juara pembalap dan konstruktor. Namun sayang, pada tahun 2005 tim yang berjuluk kuda jingkrak ini harus tunduk kepada tim Renault F1 yang diperkuat duet pembalap Fernando Alonso dan Jarno Trulli.

Berdirinya Tim Scuderia Ferrari tidak lepas dari sosok pendiri Ferrari itu sendiri yakni Enzo Ferrari. Pada tahun 1929 Enzo Ferrari berhasil menjadi sponsor untuk beberapa pembalap amatir dalam berbagai balapan. Tak hanya menjadi sponsor saja, Enzo Ferrari juga menjadi pembalap yang kala itu menggunakan mobil produksi Costruzioni Maccaniche Nazionali dan Alfa Romeo sebagai tunggangannya.

Semenjak menjadi sponsor dan menjadi pembalap inilah yang melahirkan ide untuk membangun tim sendiri. Munculnya ide membentuk tim balap ini terjadi ketika Enzo Ferrari sedang bersantap makan malam bersama dua bersaudara Caniato yakni Augusto dan Alfredo dan pembalap Mario Tadini. Dari pertemuan tersebut, mereka akhirnya memutuskan untuk membangun sebuah tim dengan mobil hasil produksi Alfa Romeo yang mana Enzo Ferrarilah sebagai pembalapnya. Kesuksesan Enzo sebagai pembalap, ia lanjutkan di ajang bergengsi adu balap ketahanan dalam 24 Hours of Le Mans yang juga menggunakan mobil Alfa Romeo dan hasilnya pun tidak mengecewakan.

Pada tahun 1938, Enzo lantas berhenti menjadi pembalap dan fokus menjadi manajer untuk beberapa pembalap berbakat dan disaat itu pulalah Enzo diangkat menjadi manajer divisi balap Alfa Corse. Namun pada tahun 1939, Enzo memutuskan keluar dari Alfa Romeo dan memilih untuk mendirikan perusahaan balapnya sendiri yang dinamakan Auto Avio Costruzioni Ferrari dengan hanya bermodalkan alat-alat bekas yang ia dapatkan dari perjanjian dengan Alfa Romeo.

Mobil pertama yang dihasilkan oleh Enzo Ferrari adalah the Tipo 815 (V8 1500cc) yang ia rancang bersama Alberto Massimino yang kemudian mobil ini dikenal sebagai mobil Ferrari pertama. Namun sayang, dengan pecahnya perang dunia II membuat kegiatan balap terpaksa dihentikan dan mobil rancangan Enzo pun akhirnya dimuseumkan. Karena tidak ada kegiatan balap, akhirnya Enzo beralih profesi sebagai produsen alat-alat suku cadang mobil balap dan pada tahun 1943, Enzo pum memindahkan markasnya ke Maranello.

Setelah perang dunia II usai, munculah kegiatan bernama Grand Prix Championship yang secara resmi menjadi FIA Formula One World Championship. Dengan adanya ajang ini, Enzo kembali membuat lagi mobil baru yang sesuai dengan standard peraturan balap pada masa itu dan diberi nama Ferrari 125 F1 yang mana diperkuat oleh duo pembalap Italia yakni Alberto Ascari dan Gigi Villoresi. Tim Ferrari yang memulai debutnya pada GP Monako 1950, tidak bisa bersaing dengan tim F1 Alfa Romeo namun pada tahun berikutnya. Ferrari berhasil memenangi beberapa seri Formula 1 yakni pada GP Inggris dan Mille Miglia. Ferrari baru membawa salah satu pembalapnya menjadi juara dunia terjadi pada tahun 1952 lewat pembalap Alberto Ascari.